Showing posts with label CS1. Show all posts
Showing posts with label CS1. Show all posts

Honda CS-1, Kombinasi 3 Merek


Honda CS-1, Kombinasi 3 Merek punya Bro Arif



 Mesin Honda, model Yamaha, part Kawasaki. Komplet

Modifikasi yang diinginkan Arif Siswanto mengikuti tampilan Yamaha Tinere. Diterapkan di Honda CS-1 miliknya. Alsannya tampilan bebek City Sport itu terasa nanggung. Model sport, tapi kurang gagah.

“Berbeda dengan Yamaha Tenere yang punya aliran sport. Macam supermoto yang diutamakan untuk menjelajah dua alam,” jelas Lerry Rahmat Rizky dari CAOS Custom Bike di Tebet Timur, Jakarta Selatan.

Diubah tampilan ala supermoto, sudah pasti akan jadi lebih jangkung. Juga setang lebar, rasanya makin gagah. Dan yang penting tetap bisa dipakai di jalan aspal. 

 Frame slider by CAOS, Knalpot R9 dan arm dipanjangkan
Ubahan pada bodi tak banyak dilakukan. Fokus modifikasi pada kaki-kaki untuk menyamakan dengan model Tinere. Part yang dipakai pun banyak dicomot punya Kawasaki D-Tracker dan KLX 150S.

Seperti upside down depan, dicomot dari kepunyaan Kawasaki D-Tracker 150 untuk menghasilkan komposisi supermoto yang gagah. Namun karena upside down ini lebih besar dan lebar ketimbang standar CS-1, Lery sedikit melakukan ubahan pada bodi.

Bodi dipapas tujuannya supaya upside down bisa masuk sempurna dan gerakan saat belok kanan- kiri tidak terganggu.  "Fairing depan sedikit dicoak sekitar 3 cm untuk memberikan ruang gerak upside down," terang Lery.

Di bagian belakang, pemiliknya tidak mau mengubah arm standar. Namun karena profil ban tinggi, kalau dipaksakan dengan arm standar jadi mentok di jembatan depan. Lery mengakali dengan memotong bagian tengah arm lalu dilas lagi.

"Supaya kuat, sebelum dilas di bagian dalam arm ditambahkan sok lagi. Itu untuk membantu menumpu beban agar tidak rawan patah," tambahnya.   Termasuk posisi sokbreker dimundurin sekitar 4 cm. Katanya untuk mendapatkan komposisi panjangnya dan enggak mentok karena perubahan tinggi  dan lebar ban. 

Selain itu, peranti pengereman mengandalkan disc brake dari bahan stainless steel dengan kaliper tetap mengandalkan standar CS-1. Sedangkan teromol depan dan belakang comot punya KLX 150S.  Di setang dikendalikan hendel rem Zetta.

Sebagai pelindung apabila terjadi kecelakaan, di bagian bodi dipasang frame slider custom. Untuk melindungi bodi ketika jatuh dan bergesekan dengan aspal.

Walau tampilan sudah berubah, lampu-lampu tetap tak ketinggalan. Lampu tetap mengunakan aslinya. "Model lampu CS-1 sudah mirip dengan Tinere," lanjut Lery.

Untuk menyesuaikan dengan setang supermoto merek Elexs, sakelar diganti dengan punya KTM. Harga satu set sakelar lampu dan sein merek ini lumayan mahal. "Satu set harganya Rp 1 jutaan," bisik Lerry.

Jadilah kini CS-1 gabungan 3 merek. Honda untuk mesinnya, Yamaha modelnya dan Kawasaki sumbang part. Kompak deh. 

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax BT 45 100x70
Ban belakang : Battlax BT 45 130x70
Pelek belakang : TK 3,5x17
CAOS Custom : (021) 700-89-400

Cari Penyebab Problem Strip Bar Temperatur Honda CS-1


Ada bahasan menarik teman di group Honda CS-1 “The Top City Ride” yang ada di Facebook. Masalahnya begini, Bro Lutvi Fitrianto bertanya, “Kenapa ya temperatur gauge di motor Honda CS-1 nggak jalan?”. Cuma sayangnya dia tidak menjelaskan lagi seperti apa kronologinya. Apakah terjadi saat mesin mati atau sedang hidup.

Lewat pertanyaan itu, salah satu teman lain yang gabung di group sama pun lantas kasih jawaban seadanya. Kata Hary Setiawan, “Kalau benar strip bar di spidometer nggak muncul, dulu saya pernah mengalami kejadian begitu setelah kuras air radiator. Ternyata waktu isi air radiator belum penuh. Begitu dipenuhin, langsung jalan lagi tuh tanda temperatur suhunya. Coba cek dulu airnya.”

Dengar jawaban Hary yang sangat sederhana, mungkin buat pembaca yang kurang paham soal teknis komponen radiator mengaku masih gantung alias belum pas dicerna secara logika teknisnya.

Padahal menurut prosedur cara menghidupkan motor jenis ini, biasanya strip bar temperatur selain dikalibrasi, pada waktu awal dihidupkan juga harus tampak 2 strip ketika kunci kontak posisi ON dan mesin hidup.

Tapi daripada nanti salah persepsi mana yang benar atau salah, mending tanya langsung sama ahlinya. Kebetulan Chief Mekanik bengkel resmi AHHAS Honda Andalas bernama Abdul Syukur alias Adung, mau bantu pecahin masalah di seputar radiator tadi. Semoga penjelasannya benar-benar bisa dimengerti.

Menurut Adung penyebab strip bar temperatur gauge tidak tampak di panel spidomter banyak kemungkinannya. “Jika memang tidak tampak sama sekali, bisa jadi kabel sensor temperatur putus atau copot dari soketnya. Cuma biar lebih afdal, pastikan sensor temperatur yang terpasang di head silinder masih berfungsi dengan baik. Sebab kalau rusak juga tidak ngebaca dan kirim data ke unit di CDI buat diinfokan di panel,” jelas mekanik bertubuh langsing itu.

Lanjut Adung, kerusakan sensor temperatur juga bisa dilacak tanpa harus melihat wujud atau strip bar di panel spidometer. Caranya, lihat pergerakan strip bar ketika mesin mulai capai suhu ideal.

“Biasanya kalau kunci kontak di posisi ON dan mesin dihidupkan, strip bar di panel akan tampak 2 garis. Jika sudah mencapai suhu ideal, strip bar akan muncul 3 sampai 4 garis maksimal. Cuma kalau nggak naik sama sekali, artinya kinerja sensor temperatur sudah payah,” terang mekanik di Jl. Meruya Selatan (Samping kampus Mercu Buana), Jakarta Barat.

Sebaliknya jika strip bar langsung melonjak drastis ke posisi paling atas padahal mesin baru aja dihidupkan, menurut Adung ada masalah di seputar pompa radiator. Bisa jadi gir pompa air dari plastik mulai aus atau bahkan patah, sehingga tidak kuat mendorong air. Tapi pastikan juga sil as pompa tidak bocor yang jadi penyebab air nyebrang ke bak mesin.

Kalau sekarang sudah tahu tanda masalahnya, berarti volume air kurang di dalam radiator bukan penyebab strip bar tidak tampak di panel. “Apalagi radiator didukung tabung reservoir yang punya tugas mensirkulasi, menampung sekaligus mengisi air radiator jika berkurang,” jelas pria asli Banjarnegara, Jawa Tengah.