Showing posts with label Kopdar. Show all posts
Showing posts with label Kopdar. Show all posts

Bahaya Pin atau Wing di Jaket, Merobek Tubuh di Situasi Tertentu


Bahaya Pin atau Wing di Jaket, Merobek Tubuh di Situasi Tertentu


Rompi klub khususnya chopperis juga peturing punya tanda-khusus. Tanda itu bukan asal tempel. Penuh makna simbolis. Selain back patch dari bordiran, mereka juga menyimpan berbagai tanda di bagian depan. Ada benda keras, besi, kuningan atau tembaga di bagian depan.

Internal event kerap memberikan tanda ‘jasa’ kepada life members, prospect atau kepada member khusus. Tentunya, tanda ini punya nilai sentimentil tertentu. Skuteris jago turing dan rajin datang ke riungan misalnya, punya puluhan wing di dadanya.

Saking banyaknya bisa berentet dari dada atas sampai ke bawah. Tanda ini punya nilai prestisius bagi pemiliknya. Biker yang menempuh perjalanan ke riungan itu bakal merasa kurang afdal jika tak menempelkan pin di rompi selepas acara.

“Idealnya tak cuma faktor emosional, prestisius ataupun estetika saja yang diperhitungkan. Kita juga wajib melihat dari sisi safety. Pin berbahan metal, apalagi berkontur tajam seperti sayap, motif tengkorak, tanduk banteng dan lainnya, bisa berbahaya dalam situasi tertentu,” komentar Djumadi, West Captain klub Condors Nationz.

Angga, peturing yang sedang melakukan misi kampanye antikorupsi Jakarta-Aceh 0 km, berpendapat sama. “Rompi memang jadi perlengkapan wajib. Selain untuk penahan dingin juga meredam benturan selain peranti safety yang ada. Jika di rompi itu justru banyak menempel barang berbahaya, kita harusnya menghindari itu,” jelas brother yang baru menyelesaikan perjalanannya di Medan ini.

Sebagian anggota klub kini menghindari pin berbahan metal di rompi khususnya di bagian depan.”Kita tidak pernah tahu situasi di jalanan. Jika jatuh, pin ini bisa melukai tubuh sendiri. Ibaratnya menyimpan benda tajam di dada kita,” tambah Moch. Iing Ismail, East Captain klub ini.

Keseriusan ini dibuktikan dengan melarang semua life members mereka memakai pin metal sebagai atribut wajib. “Di bagian depan hanya simbol klub, visi klub dan gelar X-patcher untuk mereka yang setia lebih dari lima tahun, itu semua bordiran.” Tuh!
PIN AMAN
Menurut Bagoes Priyo Kartono, pin atau wing terpengaruh tradisi militer. Dulu klub gede kebanyakan berasal dari veteran perang. Jadi tradisi militer seperti kepangkatan misalnya diterapkan di dunia biker. “Tidak cocok dipakai naik motor,” ungkapnya.

Di dunia militer tanda ketangkasan atau keahlian atau wing brevet berbahan pelat hanya dipakai dinas harian. ”Untuk pakaian dinas lapangan mereka akan pakai wing atau brevet bordiran,” katanya lebih lanjut.

Mungkin kalau diterapkan di dunia biker, wing atau pin pelat bisa dipakai di acara resmi, semisal bikers meeting atau mubes. Jika sedang turing, daily riding pakai pin atau wing dari bordiran. Bagaimana, Bro? 

Wasir Mengintai Bikers, Banyak Minum Hindari Pedas!

Apa sih wasir atau ambeien itu? “Gangguan di daerah dubur karena pembuluh darah di ujung sekitar anus membengkak. Keadaan ini terjadi karena pembuluh darah jadi berkelok-kelok dan terkumpul di suatu tempat,” buka Dr. A.Y.G Wibisono M.Kes, dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

Ngerinya, penyakit ini rentang sekali menyerang pengendara. Terlebih wasir atau ambeien disebabkan oleh beberapa hal. Jika brothers terlalu lama duduk, lebih dari 30 menit anatomi tubuh kita akan bereaksi.

“Ia mendapat tekanan gravitasi hiinga pembuluh darah bisa tergencet. Situasi ini bisa menjadi penyebab terserang wasir. Ditambah pola makan yang jelek. Seperti makan tanpa sayuran, yang kering-kering, dapat menyebabkan fases jadi padat,” katanya.

Mengeluarkannya, seseorang  harus ngeluarin tenaga ekstra. “Ngedennya jadi kuat. Tenaga yang dipaksakan ini membuat tekanan intra abdominal di dalam perut juga besar. Apalagi fases yang keras dan padat akan bergesekan dengan anus hingga mengakibatkan luka sampai pendarahan.

Pencegahannya sebenarnya simpel. Jika riding terlalu lama, sudah masuk durasi 30 menit sampai 1 jam, ia harus cepat-cepat berhenti. Rileksasi dahulu. Olahraga ringan agar pembuluh darah kembali lancar.

Selain itu, ia harus rajin minum air putih dan memperbanyak makanan berserat terutama sayuran dan buah-buahan. Untuk yang sudah terkena, pola makan harus dijaga. Hindari makanan yang ‘tajam’ seperti makanan pedas.

Cari Penyebab Problem Strip Bar Temperatur Honda CS-1


Ada bahasan menarik teman di group Honda CS-1 “The Top City Ride” yang ada di Facebook. Masalahnya begini, Bro Lutvi Fitrianto bertanya, “Kenapa ya temperatur gauge di motor Honda CS-1 nggak jalan?”. Cuma sayangnya dia tidak menjelaskan lagi seperti apa kronologinya. Apakah terjadi saat mesin mati atau sedang hidup.

Lewat pertanyaan itu, salah satu teman lain yang gabung di group sama pun lantas kasih jawaban seadanya. Kata Hary Setiawan, “Kalau benar strip bar di spidometer nggak muncul, dulu saya pernah mengalami kejadian begitu setelah kuras air radiator. Ternyata waktu isi air radiator belum penuh. Begitu dipenuhin, langsung jalan lagi tuh tanda temperatur suhunya. Coba cek dulu airnya.”

Dengar jawaban Hary yang sangat sederhana, mungkin buat pembaca yang kurang paham soal teknis komponen radiator mengaku masih gantung alias belum pas dicerna secara logika teknisnya.

Padahal menurut prosedur cara menghidupkan motor jenis ini, biasanya strip bar temperatur selain dikalibrasi, pada waktu awal dihidupkan juga harus tampak 2 strip ketika kunci kontak posisi ON dan mesin hidup.

Tapi daripada nanti salah persepsi mana yang benar atau salah, mending tanya langsung sama ahlinya. Kebetulan Chief Mekanik bengkel resmi AHHAS Honda Andalas bernama Abdul Syukur alias Adung, mau bantu pecahin masalah di seputar radiator tadi. Semoga penjelasannya benar-benar bisa dimengerti.

Menurut Adung penyebab strip bar temperatur gauge tidak tampak di panel spidomter banyak kemungkinannya. “Jika memang tidak tampak sama sekali, bisa jadi kabel sensor temperatur putus atau copot dari soketnya. Cuma biar lebih afdal, pastikan sensor temperatur yang terpasang di head silinder masih berfungsi dengan baik. Sebab kalau rusak juga tidak ngebaca dan kirim data ke unit di CDI buat diinfokan di panel,” jelas mekanik bertubuh langsing itu.

Lanjut Adung, kerusakan sensor temperatur juga bisa dilacak tanpa harus melihat wujud atau strip bar di panel spidometer. Caranya, lihat pergerakan strip bar ketika mesin mulai capai suhu ideal.

“Biasanya kalau kunci kontak di posisi ON dan mesin dihidupkan, strip bar di panel akan tampak 2 garis. Jika sudah mencapai suhu ideal, strip bar akan muncul 3 sampai 4 garis maksimal. Cuma kalau nggak naik sama sekali, artinya kinerja sensor temperatur sudah payah,” terang mekanik di Jl. Meruya Selatan (Samping kampus Mercu Buana), Jakarta Barat.

Sebaliknya jika strip bar langsung melonjak drastis ke posisi paling atas padahal mesin baru aja dihidupkan, menurut Adung ada masalah di seputar pompa radiator. Bisa jadi gir pompa air dari plastik mulai aus atau bahkan patah, sehingga tidak kuat mendorong air. Tapi pastikan juga sil as pompa tidak bocor yang jadi penyebab air nyebrang ke bak mesin.

Kalau sekarang sudah tahu tanda masalahnya, berarti volume air kurang di dalam radiator bukan penyebab strip bar tidak tampak di panel. “Apalagi radiator didukung tabung reservoir yang punya tugas mensirkulasi, menampung sekaligus mengisi air radiator jika berkurang,” jelas pria asli Banjarnegara, Jawa Tengah.

Gabung klub / komunitas bisa menunjang profesi lho


Keuntungan Gabung Klub dan Komunitas, Hobi Bisa Jadi Profesi

Komunitas roda dua hampir tumbuh subur di setiap kota. Perkembangan internal klub mereka, tergantung dengan perhatian dan jerih payah personil yang bergabung dalam organisasi itu.

Dengan keseriusan dan pendalaman yang didasarkan oleh hobi, selain bisa memajukan klub juga terbukti bisa mendatangakan pekerjaan. Intinya hobi yang memang bisa dijadikan profesi.

Karena keorganisasian komunitas atau klub motor kinerjanya sudah mulai dilirik oleh berbagai macam perusahan, terutama perusahaan yang bergerak di bidang otomotif khususnya roda dua. Mereka dianggap bisa jadi koordinator massa untuk mengadakan suatu acara.

Itu merupakan poin penting bagi perusahaan yang membutuhkan orang berpengalaman dalam menghandle kegiatan massa.

Pepatah lama mengatakan bila kita menanam padi, pasti kita juga akan memanen padi juga. Bila kita melakukan kebaikan pasti mendapatkan kebahagiaan atau keuntungan di masa yang akan datang.

Banyak biker yang serius aktif di klub sekarang bekerja di perusaahan, karena nilai plus kinerjanya sudah terlihat saat aktif dan berkiprah di dunia roda dua.
Seperti Aldea Henry dari Karisma Honda Automotive Team (KHAT) Bandung, yang sekarang bekerja di PT Daya Adira Mustika (DAM) yang merupakan dealer Honda terbesar di Jawa Barat.

Di sana, Dea mendapatkan jabatan sebagai Intrusktur Safety Riding dan PIC Community. “Ketika itu saya berhasil menjadi juara di lomba safety riding yang diadakan Honda dan sering jadi juara. Pengetahuan tentang safety riding saya dapat saat gabung di klub sejak 2004,” kata pria yang punya anak satu ini.

Dari juara itu, DAM kebetulan membutuhkan seorang yang handal di bidang ini, sehingga saat dia menawarkan diri untuk mengisi pekerjaan sebagai instruktur safety riding, enggak banyak cingcong langsung diterima.

Lain hal cerita dengan Agus Sigit Wicaksono dari Karisma Fans Club (KaFC) Jakarta. Dia tokoh di beberapa klub besar Jakarta, sempat menjadi ketua Assosiasi Honda Jakarta (AHJ). Banyak acara dihandle Sigit yang menjalin kerja sama dengan PT Wahana Makmur Sejati sebagai main dealer Honda Jakarta-Tangerang.

Mereka mulai menilai Sigit merupakan orang yang bisa membantu perusahaan. “Saya masuk ke perusahan ini atas tawaran mereka,” kata Sigit, yang menjabat sebagai Comumunity Club Development Officer. Tuh asyiknya kalau jago berorganisasi.

Terapi Mata Rabun Dengan Melihat Payudara












Manfaat Sering Melihat payudara ternyata ada manfaatnya loh…Tapi awas sssssttt…dosa! Gini ceritanya bro “Studi Payudara dan anjuran-anjurannya” Ini adalah sebuah studi…katanya yang dimuat di New England Journal of Medicine tersebut mengatakan bahwa menatap buah dada yang seksi yang kempes ya ngga lah… selama 10 menit bisa disamakan dengan latihan aerobik selama 30 menit dan mempertajam penglihatan untuk mata yang bermasalah atau rabun. Wooooow kereeen… Penelitian dilakukan oleh Dr. Karen Bouncer dan koleganya di tiga rumah sakit di Frankfurt ,Jerman, yang melibatkan 200 lelaki. Seratus orang disuruh melihat payudara secara teratur setiap hari, sebaliknya seratus lelaki lainnya justru dilarang untuk melihatnya.Studi dilakukan selama lima tahun dan hasilnya menunjukkan kelompok pengintip dada perempuan mempunyai tekanan darah lebih rendah, denyut nadi lebih lambat saat istirahat, dan mengalami gangguan pembuluh darah jantung lebih rendah. “Kenikmatan seksual memacu denyut jantung dan memperlancar sirkulasi darah,” kata Dr. Bouncer. “Kami percaya jika lelaki memandang dada ukuran ‘cup D’ secara teratur, mereka akan hidup lebih panjang empat atau lima tahun.” Dia menganjurkan kaum lelaki, terutama usia di atas 30 tahun, untuk menonton acara TV seperti Baywatch dan majalah-majalah panas seperti Playboy, yang menampilkan perempuan-perempuan berdada besar. 

2nd Bukber Ramadhan 2012

Alhamdulillah acara bukber kedua telah terlaksana ditempat Bro Sukria & Keluarga, Semoga amal ibadah  sekeluarga besar Bro Sukria di terima dan dibalas Alloh denga yang lebih baik. Amiin

Big thanks to Bro Sukria+Family, para cysers yang hadir

sorry, gak ada dokumentasi maupun foto bersama. lupa cuy

The First BUKBER+KOPDAR HCST chapter Bandar Lampung @2012


Bukber Pertama dirumah Bro Gentry; yg hadir: Bro Nopri, Bro Uyon, Bro Bajur, Bro Suyud, Bro Sukria, Bro Dany


 Acara buka bersama HCST chapter Banar Lampung tahun 2012, Thanks to Bro Gentry beserta keluarga sebagai tuan rumah yang baik. semoga amal ibadah& puasanya diterima Alloh, semoga Rezqi yg telah disumbangkan diganti dengan yg lebih baik dan lebih banyak; serta tidak kapok dengan kunjungan kami......Amiin.


buat cysers yg tak bisa hadir musti nyesel tuh, makanan berlimpah uey..! hingga bisa kita bawa pulang.


SALUTE!!!!
attenders:
  • Bro Gentry
  • Bro Nopri
  • Bro Uyon
  • Bro Bajur
  • Bro Suyud
  • Bro Sukria
  • Bro Dany

SPORTKU.com Bersama Autocillin Kampanyekan Keselamatan Berkendara


SPORTKU.COM - 6 Juli 2012 menjadi sebuah moment yang tidak mungkin dilupakan bagi para komunitas motor pada saat singgah di kegiatan rutin Kopdar Bareng SPORTKU.com.
Kopdar Bareng SPORTKU.com - 'I wanna get home safely'kopdar, kopdar bareng SPORTKU.com, SPORTKU.COM, honda city sport team indonesia, hci, hcst, ybbc, bic, autocillin, i wanna get home safely, keselamatan berkendara
Pasalnya SPORTKU.com sedang mengkampanyekan keselamatan berkendara bersama Autocillin. Hal itu masuk dalam rangkaian acara Kopdar Bareng SPORTKU.com. Di sisi lain para komunitas yang hadir pada malam itu juga sudah berpartisipasi dalam kampanye tersebut.
Pemberian gelang 'I wanna get home safely' kepada beberapa anggota komunitas motorkopdar, kopdar bareng SPORTKU.com, SPORTKU.COM, honda city sport team indonesia, hci, hcst, ybbc, bic, autocillin, i wanna get home safely, keselamatan berkendara
Kampanye keselamatan berkendara yang bertajuk 'I wanna get home safely' ini mempunyai maksud dan tujuan yakni menurunkan tingkat kecelakaan di Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya dengan kampanye perubahan perilaku menjadi positif dalam berkendara.
Beberapa Komunitas roda dua hadir di acara Kopdar Bareng SPORTKU.comkopdar, kopdar bareng SPORTKU.com, SPORTKU.COM, honda city sport team indonesia, hci, hcst, ybbc, bic, autocillin, i wanna get home safely, keselamatan berkendara
Beberapa komunitas roda dua telah ikut berpartisipasi dalam kampanye ini, seperti HCST Jakarta, HCST Depok, HCST Padang dan HCST Lampung serta keluarga besar Yamaha Byson dari YBBC dan BIC, dan tak mau ketinggalan juga klub motor dari HCI.
Komunitas roda dua yang ikut mengampanyekan 'I wanna get home safely'kopdar, kopdar bareng SPORTKU.com, SPORTKU.COM, honda city sport team indonesia, hci, hcst, ybbc, bic, autocillin, i wanna get home safely, keselamatan berkendara
Keseriusan komunitas roda dua dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara tidak sekedar mendengarkan penjelasan dari Ibu Tiwow (perwakilan dari ADIRA Insurance) saja melainkan mereka mendapatkan tontonan tentang betapa pentingnya tertib dalam berlalu lintas.
Lidiya Tiwow menjelaskan tentang 'I wanna get home safely' di acara Kopdar Bareng SPORTKU.comkopdar, kopdar bareng SPORTKU.com, SPORTKU.COM, honda city sport team indonesia, hci, hcst, ybbc, bic, autocillin, i wanna get home safely, keselamatan berkendara
Bu Tiwow menjelaskan "Kampanye ini tidak ditujukan untuk para komunitas roda dua saja tetapi untuk semua kalangan, ada beberapa poin dalam 'I wanna get home safely' ini yang harus diingat. Pertama, kematian akibat kecelakaan di Indonesia ini sudah menduduki peringkat nomor tiga setelah kanker dan stroke. Kedua, kematian karena kecelakaan sudah mencapai peringkat kesembilan di dunia. Ketiga, setiap harinya 86 orang meninggal akibat kecelakaan di Indonesia. Keempat, sekitar 3000 orang meninggal setiap harinya di dunia. Kelima, 90% kecelakaan lalu lintas di Indonesiadisebabkan faktor human error atau kesalahan dari manusia itu sendiri dan keenam, 70% tingkat kecelakaan itu berasal dari pengendara motor.
'I wanna get home safely' - Kopdar Bareng SPORTKU.comkopdar, kopdar bareng SPORTKU.com, SPORTKU.COM, honda city sport team indonesia, hci, hcst, ybbc, bic, autocillin, i wanna get home safely, keselamatan berkendara
Mari tunjukkan komitmen untuk tertib berlalu lintas dan berprilaku lebih positif saat di jalan !

Daftar Harga Motor Honda 2012


Daftar Harga Motor Honda Juni 2012 Baru Bekas. 

Tentunya sama sama kita ketahui, honda adalah salah satu merek motor yang sangat terkenal di Indonesia dengan mesinya yang irit dan bandel. Nah Yang berkeinginan Untuk Mengetahui dan Membeli Motor Honda Bekas 2012 Di bawah ini daftarnya


DAFTAR HARGA BARU

Type
OTR Harga (IDR)
Beat CW
12.600.000
Beat STD
11.800.000
Blade
14.000.000
Blade Repsol
14.200.000
CBR 150 R
33.000.000
CBR 150 R Repsol
34.000.000
CBR 250 R ABS
47.100.000
CBR 250 R STD
40.500.000
CS One
17.200.000
Mega Pro CW
19.500.000
Mega Pro Std
18.300.000
PCX
32.000.000
Revo CW ABS
12.900.000
Revo DX ABS
13.900.000
Revo FIT
11.400.000
Revo Std ABS
12.000.000
Revo Techno AT
15.800.000
Scoopy
13.700.000
Spacy Helm-In CW
12.550.000
Spacy Helm-In PGM-FI
12.800.000
Spacy Helm-In SW
11.750.000
Spacy Spoke
11.750.000
Supra X 125 CW
15.600.000
Supra X 125 Helm-In
15.600.000
Supra X 125 Helm-In PGM-FI
15.850.000
Supra X 125 PGM F1 CW
16.600.000
Supra X 125 Std
14.550.000
Tiger CW
25.100.000
Vario CW
14.400.000
Vario Techno CBS
15.900.000
Vario Techno NCBS
14.900.000


DAFTAR HARGA BEKAS (SECOND)

Type
Tahun
Harga Rata-rata (IDR)
Astera Grand
1996
2.500.000
Astera Grand
1997
2.600.000
Beat
2008
7.700.000
Beat
2009
8.100.000
Beat
2010
8.900.000
Beat
2011
9.500.000
Beat CW
2008
7.700.000
Beat CW
2009
8.200.000
Beat CW
2010
9.100.000
Beat CW
2011
9.600.000
Blade
2009
6.150.000
Blade
2010
6.900.000
Blade
2011
8.500.000
Blade CW
2009
6.600.000
Blade CW
2010
7.400.000
Blade CW
2011
8.800.000
Blade Repsol
2009
6.800.000
Blade Repsol
2010
7.600.000
Blade Repsol
2011
8.900.000
CBR 150R
2005
17.000.000
CBR 150R
2006
18.000.000
CBR 150R
2007
21.000.000
CS 1
2008
8.300.000
CS 1
2009
8.700.000
CS 1
2010
9.800.000
GL Max
2002
4.400.000
GL Max
2003
4.700.000
GL Max
2004
5.000.000
GL Max
2005
5.400.000
Grand
1996
2.000.000
Grand
1997
2.300.000
Kharisma 125D
2003
3.900.000
Kharisma 125D
2004
4.300.000
Kharisma 125D
2005
4.700.000
Kharisma 125D
2006
5.200.000
Kharisma X
2004
4.300.000
Kharisma X
2005
4.600.000
Kharisma X
2006
5.000.000
Kirana
2003
3.800.000
Kirana
2004
4.000.000
Legenda
2001
2.600.000
Legenda
2002
2.800.000
Legenda
2003
3.000.000
Legenda
2004
3.200.000
Mega Pro
2000
4.900.000
Mega Pro
2001
5.200.000
Mega Pro
2002
5.600.000
Mega Pro
2003
6.200.000
Mega Pro
2004
7.100.000
Mega Pro
2005
8.000.000
Mega Pro
2006
9.000.000
Mega Pro
2007
10.000.000
Mega Pro
2008
11.200.000
Mega Pro CW
2006
9.900.000
Mega Pro CW
2007
10.800.000
Mega Pro CW
2008
12.100.000
Mega Pro CW
2009
13.300.000
Mega Pro CW
2010
15.100.000
Mega Pro CW
2011
16.600.000
PCX
2010
27.500.000
Revo CW Abs
2007
5.300.000
Revo CW Abs
2008
5.500.000
Revo CW Abs
2009
6.100.000
Revo CW Abs
2010
6.900.000
Revo CW Abs
2011
7.600.000
Revo Std Abs
2007
4.700.000
Revo Std Abs
2008
5.100.000
Revo Std Abs
2009
5.900.000
Revo Std Abs
2010
6.200.000
Revo Std Abs
2011
7.000.000
Scoopy
2010
10.300.000
Scoopy
2011
11.300.000
Supra Fit
2003
3.300.000
Supra Fit
2004
3.500.000
Supra Fit
2005
3.700.000
Supra Fit
2006
4.100.000
Supra Fit
2007
4.500.000
Supra Fit
2008
4.700.000
Supra Fit X
2008
5.000.000
Supra X CW
2006
6.500.000
Supra X CW
2007
7.000.000
Supra X CW
2008
8.400.000
Supra X CW
2009
9.000.000
Supra X CW
2010
13.000.000
Supra X CW
2011
11.500.000
Supra X Std
2000
3.300.000
Supra X Std
2001
3.500.000
Supra X Std
2002
3.700.000
Supra X Std
2003
4.000.000
Supra X Std
2004
4.400.000
Supra X Std
2005
5.500.000
Supra X Std
2006
5.900.000
Supra X Std
2007
6.500.000
Supra X Std
2008
7.900.000
Supra X Std
2009
8.400.000
Supra X Std
2010
9.900.000
Tiger
2002
7.000.000
Tiger
2003
7.500.000
Tiger
2004
8.000.000
Tiger
2005
9.100.000
Tiger
2006
11.200.000
Tiger
2007
14.800.000
Tiger
2008
15.900.000
Tiger Revo CW
2006
13.300.000
Tiger Revo CW
2007
14.400.000
Tiger Revo CW
2008
15.000.000
Tiger Revo CW
2009
17.500.000
Tiger Revo CW
2010
18.500.000
Tiger Revo CW
2011
20.300.000
Vario
2006
6.700.000
Vario
2007
7.000.000
Vario
2008
8.100.000
Vario
2009
8.900.000
Vario
2010
10.200.000
Vario CW
2006
6.800.000
Vario CW
2007
7.200.000
Vario CW
2008
8.300.000
Vario CW
2009
9.200.000
Vario CW
2010
10.400.000
Vario CW
2011
11.000.000
Vario Techno CBS
2009
11.400.000
Vario Techno CBS
2010
12.200.000
Win
2002
4.000.000